Jadi ceritanya, saya baru sempet nonton film, "?" - nya Hanung Bramantyo. Iya sih, telat banget. Tapi biar telat asal gak hamil. Itu motto saya.
*ditabok rame-rame*
Sebelum nonton, saya udah sempet baca banyak komentar - komentar soal film ini. Lebih banyak yang ga nerima dibandingkan yang nerima. Cuma karena waktu itu saya belum nonton, jadinya gak terlalu pengen nanggepin juga.
Postingan ini bukan berarti saya siap menanggapi. Nggak juga.
Saya cuma mau bilang kalau filmnya bagus. Saya ngerasa gak sia - sia ngeluarin uang untuk nonton film ini. Walaupun ada beberapa adegan yang terkesan "APA DEH?!" banget.
Yaitu adegan para pengamen jalanan yang tiba - tiba muncul trus nyanyiin lagu Sheila on 7 ... DUA kali. Mas Hanung, adegan itu sungguh oh-sangat-sinetron-sekali. Saya sempat was - was. Jangan - jangan bakal ada cameo dari Nikita Willy atau Shireen Sungkar.
Dan adegan Soleh yang diperankan oleh, kekasih gelap dalam imajinasi saya, Reza Rahadian yang merelakan dirinya menjadi korban dengan MEMELUK bom.
Oh Mas Hanung, yu ar joking mi, rait?
Ngerti sih. Mungkin maksudnya pengen nunjukin tindakan rela berkorban dari seseorang. Tapi ........................ ya gak gitu juga kaleee~~.
Daripada meluk bom kan, lebih baik Reza itu meluk sa .... *BRAAAK*... *ketiban pohon jambu*
I'm probably the last person that should talk about religion. Not because I don't care about religions in general or mine especially. But because I'm already in a stage where I don't let my religion define me. And, vice versa. I don't let it define others. Yes, I am aware of how cool I am.
Kalau pun film itu bercerita tentang orang - orang berkeyakinan sama dengan saya yang pindah agama atau bertindak emosi lalu merusak restoran dan memukuli orang lain, saya akan melihat itu sebagai tindakan secara individu. Bukan mewakili agama. Karena kalau melihat itu sebagai tindakan yang mewakili agama, berarti secara ga langsung saya harus siap kalau orang lain menganggap saya juga sama dengan orang itu.
Eh, sori sori sori jek.
Situ mungkin mau aja disama-samain ama orang lain. Kalo saya sih, males. Kecuali kalau disamakan dengan Natalie Portman atau Keira Knightley. Yah, minimal Titi Sjuman deh.
* dilempar drum-set*
Kadang orang
Agama itu cuma semacam penyokong saja. Tapi bukan berarti tanpa itu seseorang tidak bisa berdiri. Karena, percayalah wahai pemirsa, saya kenal lebih banyak orang tak beragama yang punya kelakuan lebih baik daripada yang koar - koar soal agama dan seberapa sering dia beribadah.
Saya nonton film ini bareng dua temen saya yang agamanya beda ama saya. Dan menyenangkan sekali rasanya waktu tau kalau kita membicarakan dan saling tanya tentang agama masing - masing. Kayak waktu si Romo ngebacain tulisannya Rika tentang "Arti Tuhan buat saya .. ". Saya baru tau dari teman - teman saya itu kalau Rika ternyata mengutip Al-Quran. Dan kalau dilihat secara baik - baik, definisinya sebenarnya gak jauh berbeda kok. Ah, malahan sama banget. Iyalah! Lah wong Tuhan-nya juga satu kok.
Saya ada baca komen di salah satu postingan yang ngebahas soal film ini. Katanya,
Orang yang berfaham pluralisme adalah manusia yang bingung memilih jalan hidup sehingga untuk gampangnya ia katakan bahwa semua agama sama baiknya dan sama benarnya.*batuk berdahak*
Ya gak tau sih ya, tapi kalau saya sih diajarkan orangtua kalau semua agama itu mengajarkan kebaikan. Dan kalau Tuhan itu satu. Sebutan dan cara menyembahnya saja yang berbeda. Jadi gak masalah juga kalau ada orang Islam yang memerankan tokoh Yesus di drama Paskah. Santai aja, bro. Kalau pun itu dosa, biar aja Tuhan yang ngurus. Kenapa harus diributin. Mending ngeributin perbuatan sendiri aja deh.
Oh ya, saya juga mau bilang, akting para pemain - pemainnya BAGUS!
Saya semakin mengagumi Revalina S. Temat.
She should just stick with big screen movies.
Sayang kalau balik lagi main sinetron. Beneran deh.
Dan terima kasih, Hanung Bramantyo karena sudah mengijinkan saya melihat Reza Rahadian dalam balutan *halah* seragam. Yah, walaupun cuma seragam Banser, tetap saja anuh saya cenat - cenut ngeliatnya. Kepala saya, maksudnya.
Intinya adalah
Buat yang udah nonton dan merasa Hanung layak dihujat, santai aja kaleee, cyiiin~
Tuhan ga perlu dibela.
Rela mati demi agama gak menjamin bakal langsung masuk surga (wherever that is).
Ga perlu takut kalau udah yakin keimanan situ lebih oke daripada saya.
*senyum 23 jari*
*menatap foto*
BRB.
Mau buka celana.
#eaaaaaaaa


No comments:
Post a Comment